Kota Pariaman, Sumatera Barat – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya saluran irigasi Anai II di Kota Pariaman kembali berfungsi optimal dan mulai dialiri air secara lancar. Perbaikan infrastruktur irigasi yang sempat mengalami kerusakan akibat sedimentasi dan cuaca ekstrem ini menjadi angin segar bagi ratusan petani di kawasan tersebut.
Air yang mengalir deras melalui saluran irigasi Anai II kini mampu menjangkau lahan pertanian seluas lebih dari 200 hektare di Kecamatan Pariaman Tengah dan sekitarnya. Para petani yang sebelumnya kesulitan mengairi sawah mereka kini dapat kembali bercocok tanam dengan tenang. “Alhamdulillah, air sudah mengalir sampai ke lahan kami. Bibit padi yang sempat tertunda bisa segera ditanam,” ungkap Syafrizal, salah seorang petani setempat.
Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas PUPR telah melakukan normalisasi saluran sepanjang 3,5 kilometer, pembersihan sedimentasi, serta perbaikan beberapa titik yang mengalami keretakan. Proyek yang memakan waktu hampir dua bulan ini melibatkan partisipasi aktif kelompok tani setempat untuk menjaga keberlanjutan fungsi irigasi.
Keberhasilan mengaktifkan kembali irigasi Anai II tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga meningkatkan semangat ekonomi masyarakat pedesaan. Diperkirakan produksi padi di wilayah ini akan meningkat hingga 30 persen pada musim tanam berikutnya. Kini, para petani berharap perawatan berkala dapat dilakukan agar irigasi tetap berfungsi maksimal sepanjang tahun demi kemakmuran bersama. Bagi yang ingin menikmati hidangan lezat usai seharian bekerja di sawah, kunjungi Indobet untuk referensi kuliner berkualitas.